ao camciicamcioo's: Alur, Penokohan, dan Latar Cerpen camciio's









Welcome to my blog, hope you enjoy reading
RSS

Kamis, 24 Maret 2011

Alur, Penokohan, dan Latar Cerpen

A. Alur
Berdasarkan hubungan tersebut, setiap cerita mempunyai pola
alur sebagai berikut:
a. perkenalan keadaan;
b. pertikaian/konflik mulai terjadi;
c. konflik berkembang menjadi semakin rumit;
d. klimaks;
e. peleraian/solusi/penyelesaian.
B. Penokohan
Penokohan atau perwatakan adalah pelukisan tokoh cerita, baik
keadaan lahir maupun batinnya termasuk keyakinannya, pandangan
hidupnya, adat-istiadat, dan sebagainya. Yang diangkat pengarang
dalam karyanya adalah manusia dan kehidupannya. Oleh karena itu,
penokohan merupakan unsur cerita yang sangat penting. Melalui
penokohan, cerita menjadi lebih nyata dalam angan pembaca.
Ada tiga cara yang digunakan pengarang untuk melukiskan watak
tokoh cerita, yaitu dengan cara langsung, tidak langsung, dan kontekstual.
Pada pelukisan secara langsung, pengarang langsung
melukiskan keadaan dan sifat si tokoh, misalnya cerewet, nakal, jelek,
baik, atau berkulit hitam. Sebaliknya, pada pelukisan watak secara
tidak langsung, pengarang secara tersamar memberitahukan keadaan
tokoh cerita. Watak tokoh dapat disimpulkan dari pikiran, cakapan,
dan tingkah laku tokoh, bahkan dari penampilannya. Watak tokoh
juga dapat disimpulkan melalui tokoh lain yang menceritakan secara
tidak langsung. Pada Pelukisan kontekstual, watak tokoh dapat
disimpulkan dari bahasa yang digunakan pengarang untuk mengacu
kepada tokoh.
C. Latar
Latar dibedakan menjadi tiga, yaitu latar waktu, latar tempat,
dan latar suasana. Latar waktu adalah waktu (masa) tertentu ketika
peristiwa dalam cerita itu terjadi. Latar tempat adalah lokasi atau
bangunan fisik lain yang menjadi tempat terjadinya peristiwa-peristiwa
dalam cerita. Suasana adalah salah satu unsur intrinsik yang
berkaitan dengan keadaan psikologis yang timbul dengan sendirinya
bersamaan dengan jalan cerita. Suatu cerita menjadi menarik karena
berlangsung dalam suasana tertentu. Misalnya, suasana gembira,
sedih, tegang, penuh semangat, tenang, damai, dan sebagainya.
Suasana dalam cerita biasanya dibangun bersama pelukisan tokoh
utama. Pembaca mengikuti kejadian demi kejadian yang dialami tokoh
utama dan bersama dia pembaca dibawa larut dalam suasana cerita.

0 komentar:

Poskan Komentar